Buat anda yang ingin masuk ke kepolisian atau TNI, Berikut ini adalah ulasan tentang persiapan untuk bergabung di angkatan:
Jika kurang pandai renang latihan dari jauh hari dan saat test
jangan pikirkan apa-apa yang penting sampai dengan jarak 25 meter,
dengan gaya apa saja boleh, anda pasti bisa kalau latihan mulai dari
sekarang.
1. Persiapkan ijazah yang dilegalisir dari Depdiknas
setempat, biasanya letaknya di tingkat kecamatan atau kabupaten, mudah
dan cepat prosesnya. Terus siapkan KTP dan perlengkapan yang lain, bisa
dilihat di polres atau di internet.
2. Tes kesehatan dilaksanakan dua kali.
Pertama biasanya adalah tes bagian luar tubuh (tinggi dan berat
badan, postur, mata, gigi, THT, kulit, alat reproduksi, anus, varises).
Untuk tes kesehatan pertama baik pria/wanita sudah jelas pasti telanjang
bulat di depan panitia dalam ruang tertutup karena akan diperiksa
kesehatan bagian luarnya. Mulai dari tinggi dan berat badan, tensi
darah, telinga, mata, amandel, gigi, postur tubuh, tangan dan jemari,
kulit (jangan ada tato/tindik), virgin dan payudara (wanita), varikokel
dan hernia (pria), ambeien (hemorhoid), varises, sampai telapak kaki.
Nanti skrotum dipegangin untuk periksa varikokel dan hernia.
3. Test psikotest, pada test beda psikotest konvensional.
Persiapan dan konsentrasi harus dijaga harus cermat pendengarkan, jangan ngobrol, sudah tau jawabannya langsung jawab.
Diperhatikan waktu test, karena jika lengah akan kehabisan waktu,
Psikotes tidak usah dipaksakan harus sesuai kemampuan aja, tidak
terjawab semua bukan berarti mengurangi nilai, yang penting sehari
sebelum tes harus istirahat total.
4. Test akademik yaitu pengetahuan umum seperti bahasa
indonesia, matematika, test uu kepolisian serta test bahasa inggris.
Persiapan test akademik belajar seperti akan ulangan saat sekolah.
5. Kesehatan kedua adalah bagian dalam tubuh (ronsen /
rontgen , tes urin, dan test darah). Nanti akan diambil sampel darah dan
urine. Kemudian di rontgen juga. Yang suka mabok/ngerokok nanti
ketahuan paru-parunya kotor. Sebaiknya anda check up terlebih dahulu ke
dokter Polri sebelum tes yang sebenarnya.
Khusus Brigadir rikkes 2 ditambah test kesehatan jiwa (MMPI) saudara
juga harus konsultasi dulu ke ahlinya yang memiliki kompetensi
(psikolog /psikiater), sehingga nanti mendapatkan hasil yang maksimal.
Test kesamaptaan (test fisik):
Lari minimal 2500 m (2,5 km) dalam 12 menit (usahakan lebih buat nilai tambah)
Push up hingga 43x dalam 1 menit. Untuk tes Polwan, olahraganya juga
mirip pria, hanya push up nya lutut dipakai, dan pull up-nya kaki juga
menapak tanah.
Chinning >60x dalam 1menit (wanita)
Pull up 7x dalam 1 menit
Sit up 50x dalam 1 menit
Shuttle run (lari angka 8) 3x <20 detik="detik" span="span">
Antropometrik=tes postur seperti, sikap tegap, cara jalan, sikap hormat, dll
Renang 25 meter yang penting sampai dalam 1 menit tanpa berhenti/ tidak tenggelam
Pengurutan rangking karena setiap polda ada quota masing-masing jadi total nilai berpengaruh terhadap kelulusan calon.
Pantohir dalam test ini biasanya akumulasi dari nilai dari awal,
dibarisin di dalam ruangan di hadapan para pejabat, interview dan
diperiksa lagi. Mudah-mudahan lebih transparan, adil, jujur, aman, dan
tidak ada praktik KKN. Wawancara yang penting jujur dan apa adanya.
Jangan pesimis jika rezeki kita tidak akan kemana ALLAH SWT telah
mengatur garis hidup dan rezeki kita yang penting usaha. Dalam pantoher
ini ada rumor sebenarnya cikal bakal yang lulus dan gagal sudah ada
sebelum pantohir juga, cuma untuk bahan pertimbangan lagi jadi ada
pantohir.
Test Kelulusan
Yang perlu diperhatikan dan dicatat: Untuk lulusan SMU usia min
18tahun max 21tahun pas pendidikan. Tinggi 163 cm (pria), 160 cm
(wanita) dengan berat badan ideal. Untuk S1 usia max 26 tahun dan S2
usia max 28 tahun.
kalo S1 profesi dokter usia max 28tahun. Boleh berkaca mata max -1
asal nilainya gede. (untuk usia sekarang sudah berubah dicek di polres
atau di internet). Untuk tinggi badan 160, idealnya berat anda 160-110=
50kg. Anda bisa menurunkan berat badan dengan menjaga pola makan jangan
yang manis-manis, dan banyak serta yang berminyak. Jangan makan di malam
hari, baiknya perbanyak konsumsi sayur dan buah saja, terus latihan
lari di siang hari pakai jaket biar lemak-lemaknya lekas terbakar.
Semua penyakit dalam dan luar tidak diperbolehkan menjadi anggota polri atau TNI atau instansi lainnya yang sejenis, jika
kecuali memakai kacamata maksimal minus 1 itu pun harus dengan nilai
hasil ujian sekolah yang bagus. Buta warna baik partial dan total tidak
memenuhi syarat anggota Polri. Saran aja buat yang giginya bolong
ditambalin (semen/laser), kalau ompong yang penting bukan gigi yang
depan. Jerawat, borok dan sebagianya diobatin. Jadi kalau anda mengidap
penyakit tertentu, baiknya disembuhkan dulu karena nanti ada pemeriksaan
rontgen dan darah serta urine waktu tes kesehatan. Jika ada bekas luka,
asal bekas sudah tidak kentara lagi anda masih tetap bisa daftar dan
alangkah baiknya anda datang ke dokter kosmetik atau dokter kulit untuk
hilangkan titik hitam itu.
Mempunyai Varikokel cara penyembuhan tanpa operasi disuntik aja di
rumah sakit. Kaki anda juga harus terhidar dari varises pada tes
kesehatan. Adanya varises dapat menggagalkan anda pada tes kesehatan.
Varises adalah munculnya pembuluh darah pada belakang tumit atau betis,
biasanya berwarna garis kebiruan. Varises biasanya terjadi karena
kebiasaan anda yang langsung menekuk / melipat kaki anda setelah
melakukan olah raga. Namun jangan khawatir, varises dapat diatasi dengan
cara disuntik
menggunakan obat tertentu.
Masuk kesatuan polri yang rada susah kayak brimob dan polair atau
densus 88, juga harus bisa renang laut 2,5 mil, nilai toefl bahasa
inggris minimal 500 (dari LIA), menguasai internet, dan ms office, Juga
kalau dengan latar belakang pendidikan sarjana harus dari universitas
negeri atau swasta dengan akreditasi A atau B dgn IPK minimal 3,00
(skala 4).
Dahulu dianggap, bahwa seorang yang tidak perawan lebih berperilaku
buruk dan juga berpotensi mengidap penyakit tertentu melalui organ
reproduksi. Oleh karena itu mengenai tes virgin bagi calon anggota
Polwan masih dalam tahap pengkajian di Bagian Kesehatan Polri. Alasan
anda nampaknya sejalan dengan alasan bahwa pemeriksaan alat reproduksi
lebih menitik beratkan pada kesehatan, bukan keutuhan.
Sedangkan mengenai perilaku dan moral, dilihat melalui wawancara dan
tes psikologi. Sekarang kabarnya ke-virginan/keperawanan tidak begitu
dititik beratkan, khusus virgin sekarang tidak menggugurkan lagi.
Biasanya pendaftaran Polri diadakan secara serentak di seluruh
Indonesia jadi tidak ada kemungkinan bocoran soal dari satu daerah ke
daerah lain.
Kelakuan dibenerin, etika, cara bicara dan sebagainya. Yang penting
semangat 45 harus tetap membara dan pantang menyerah seperti para
pahlawan kita.